TELAAH JURNAL: MENGANTISIPASI DAMPAK BENCANA ALAM




JUDUL : MENGANTISIPASI DAMPAK BENCA
NA ALAM
PENULIS: Sri Rahayu Pudjiastuti

Pada 2017, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 2.175 kejadian bencana di Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:


  • Banjir 737 kejadian, 
  • puting beliung 651 kejadian, 
  • tanah longsor 577 kejadian, 
  • kebakaran hutan dan lahan 96 kejadian, 
  • banjir dan tanah longsor 67 kejadian, 
  • kekeringan 19 kejadian, 
  • gempa bumi 18 kejadian
  • letusan gunung api 2 kejadian.

sebanyak 95% kejadian bencana di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi, yaitu bencana yang dipengaruhi cuaca. Seperti longsor, kekeringan, puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem. 

Jumlah korban 


  • meninggal mencapai 335 orang.
     
  • Korban luka-luka sebanyak 969 orang 
  • Korban mengungsi dan menderita sebanyak 3,22 juta orang.

kerusakan: 

  • 31.746 rumah rusak 
  • 347.813 unit terendam 
  • ribuan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan peribadatan rusak 

Menurut penulis, data-data tersebut memperlihatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi dampak bencana alam masih rendah. 
Rumusan pokok masalah yang harus dipecahkan adalah kesiapsiagaan masyarakat saat ini kenyataannya belum optimal yang mengakibatkan antisipasi dampak bencana alam masih lemah. Oleh karena itu diperlukan sebuah konsepsi yang tepat untuk memperbaiki kondisi ini.

Permasalahan yang dimaksud dalam jurnal ini adalah:

  • Kurangnya pengetahuan masyarakat
  • Lemahnya sistem peringatan dini (early warning system)













 

 

Comments