SULAP INVESTIGASI





Sobat Safety Sapi Ungu,

Pernah melakukan investigasi insiden gak?
Salah satu tugas dan tanggung jawab praktisi K3 adalah penyelidikan kecelakaan kerja.


Elemen penting dalam suatu investigasi adalah pengumpulan fakta (facts finding).
Fakta-fakta yang harus dikumpulkan terdiri dari 
1. Parts : peralatan. Misalnya jenis heavy equipment yang dipakai, hand tools yang digunakan, umur dan spec dari peralatan, kondisi batu gerinda, APD yang digunakan, dsb,
2. People : segala yang berkaitan dengan pekerja, misalnya data pekerja, tim, pengalaman dan kompetensi, chart organisasi, rekam medis, pelatihan-pelatihan, dsb
3. Position : yang berkaitan dengan posisi dan lokasi. contohnya posisi pekerja saat kejadian, lokasi TKP (tempat kejadian perkara), posisi alat berat, posisi lifting gear, dsb.
4. Paper : dokumentasi yang terkait. Contohnya Permit to Work (PTW), method statement, JSA (job safety analysis), risk assessment, SIMPER (SIM Perusahaan), SOP, work instruction, dsb.

Nah guys, yang termasuk sulit itu adalah mengumpulkan bukti-bukti fisik di lapangan. Layaknya pertunjukkan sulap, tetiba hand tools yang dipakai kerja bisa hilang sekejap. Posisi crane sudah berubah. Scaffolding sudah dibongkar. Area galian sudah ditimbun. Kaca pecah sudah dibersihkan. Benda yang jatuh sudah dikantongi.

Bubar semuanya guys!

Hal ini tentunya menyulitkan tim investigasi karena akan melemahkan bukti-bukti yang ada yang akan digunakan untuk analisa dan menentukan root cause. Tentunya berdampak terhadap kualitas laporan investigasi yang dibuat dan akhirnya berpengaruh terhadap rekomendasi insiden yang disarankan untuk perbaikan. 

Untuk itu ada dua trik sulap penting yang harus dilakukan investigator sebelum para pemain sulap lapangan beraksi. 

Pertama: Kecepatan.
Tim investigasi harus cepat meminta agar TKP disterilkan. Jika perlu diberi barikade dan tidak diganggu gugat sampai tim investigasi datang. Dan baru boleh kembali diaktifkan jika tim investigasi mendapat bukti-bukti yang cukup.
Investigator juga harus secepat mungkin datang ke lapangan.


Kedua: Koordinasi
Untuk mendukung hal pertama, komunikasi dan koordinasi dengan tim HSE di lapangan sangatlah penting. Dalam kasus dimana investigator tidak mudah mencapai lokasi dikarenakan jarak dan alat transportasi yang terbatas, maka investigator mengandalkan teman-teman HSE lapangan untuk mensterilkan area dan mencari barang bukti untuk diamankan. Edukasi terhadap teman-teman di lapangan dan juga komunikasi menjadi kunci.

Sang grand master harus beraksi terlebih dahulu dibanding pemain sulap lapangan.
Alakazam!

Comments